Tampilkan postingan dengan label Formula. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Formula. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 16 November 2013

Cara Mengurutkan Data dengan Rumus di Excel

Pengurutan atau sorting adalah fitur dasar yang sangat penting di Excel. Tahukah Anda bahwa selain menggunakan fasilitas dari menu sorting, Anda dapat menggunakan rumus untuk mengurutkan data sederhana?

Caranya adalah dengan menggunakan kombinasi dari fungsi-fungsi berikut:
  • LARGE atau SMALL untuk mengambil data terbesar atau terkecil dari suatu range data. Untuk posting kita kali ini akan menggunakan fungsi SMALL.
  • Kedua fungsi di atas akan dibantu dengan fungsi ROW atau COLUMN untuk mengambil urutan yang diinginkan. Pada contoh kali ini kita akan menggunakan fungsi ROW.
Mari ikuti langkah-langkah berikut untuk contoh pengurutan menaik (ascending) dengan fungsi SMALL.
  1. Isi data seperti gambar berikut ini pada worksheet Anda atau download dari website kami. Data pada range B4:B13 akan diurutkan dan dimasukkan pada range E4:E13.

  2. Pada cell E4 coba masukkan rumus berikut.

    =SMALL($B$4:$B$13, 1)

    Rumus ini akan mengambil nilai terkecil pertama dari range B4:B13, yaitu nilai 67.
  3. Sekarang coba rumah rumus di atas menjadi:

    =SMALL($B$4:$B$13, 2)

    Rumus ini akan mengambil nilai terkecil ke-2 dari range B4:B13, yaitu nilai 96.
  4. Dengan percobaan pada langkah 2 dan 3 di atas terlihat bahwa dengan mengubah nilai parameter pada fungsi SMALL kita bisa mendapatkan nilai terkecil ke-1, ke-2 , ke-3, dstnya. Nilai-nilai ini kita tidak usah masukkan secara manual, tapi bisa kita gantikan dengan fungsi ROW.

    Sekarang pada cell E4, masukkan rumus berikut.

    =SMALL($B$4:$B$13, ROW()-3)

    Hasil dari rumus ini akan menghasilkan nilai terkecil pertama dari B4:B13 yaitu 67. Ini dikarenakan ROW() pada cell E4 akan mengembalikan nilai 4, dan supaya menjadi 1 maka hasil tadi kita kurangi dengan angka 3.
  5. Copy rumus di atas ke cell E5 s/d E13, Anda akan mendapatkan hasil data terurut seperti tampilan berikut.

  6. Selesai.
Untuk mendapatkan variasi contoh lainnya dengan penggunaan rumus LARGE, silahkan bergabung dengan user group Facebook kami dan kunjungi halaman Files pada user group tersebut. Semoga bermanfaat!

Rabu, 11 September 2013

Penjumlahan Data dengan Auto Sum Pada Excel 2010

Penjumlahan data pada Excel selain menggunakan operator + (plus) adalah menggunakan fungsi SUM. Tetapi kedua cara tersebut mengharuskan kita memasukkan pilihan cell atau range secara manual.


Untuk mengurangi "kerepotan" tersebut Excel menyediakan fungsi Auto Sum. Fitur ini akan menjumlahkan angka dari cell-cell yang ada dengan cara terurut sebagai berikut:

  1. Mencari angka pada cell-cell di atas cell yang akan diisi dengan Auto Sum. Pencarian akan berhenti jika menemukan cell kosong.
  2. Jika dari awal cell di atas kosong, maka pencarian akan dilakukan ke sebelah kiri dari cell yang akan diisi dengan Auto Sum. Pencarian akan berhenti jika menemukan cell kosong.
  3. Jika cell-cell di atas dan di samping kiri kosong semua maka Auto Sum hanya memunculkan rumus SUM.
Berikut adalah langkah-langkah penggunaan Auto Sum.
  1. Download file contoh yang akan kita gunakan pada latihan berikut disini, dan buka dengan aplikasi Excel 2010. File tersebut berisi data transaksi dengan matrix 3 baris (kategori produk) dan 12 kolom (bulan transaksi). Kita akan menghitung sub total dan grand total untuk baris 5 dan kolom N.

  2. Tempatkan kursor pada cell B5. Pada menu tab Formulas, klik tombol AutoSum. Terlihat cell B5 akan diisi dengan fungsi SUM dengan range cell-cell B2:B4, dimana B1 tidak diikutkan. Tekan tombol Enter.

  3. Setelah terlihat hasilnya, copy formula B5 ke C5 s/d M5 dan tekan tombol Enter.
  4. Tempatkan cell pada N2 dan kembali klik menu Auto Sum. Terlihat range data yang terpilih sekarang adalah ke arah kiri dari cell N2. Tekan tombol Enter.

  5. Setelah terlihat hasilnya, copy formula N2 ke N3 s/d N5 dan tekan tombol Enter.
  6. Selesai.

Sabtu, 07 September 2013

Studi Kasus: Mendapatkan Top 10 List dengan Formula Excel

Pihak manajemen sering sekali menginginkan informasi top 10 dari berbagai hal, misalkan top 10 produk dengan penjualan tertinggi, top 10 karyawan dengan KPI terbaik, dll.

Solusinya tentu melakukan pengurutan atau sorting pada data asal tersebut dan kemudian diambil 10 record saja.

Nah, seiring kompleksitas pekerjaan kita. Sering sekali kita tidak ingin sumber data kita diganggu. Kita hanya ingin table terpisah yang mengambil 10 data berdasarkan pengurutan di table asal.

Bagaimana kita melakukan hal tersebut? Caranya bisa dengan menggunakan gabungan beberapa fungsi seperti ditunjukkan pada langkah-langkah berikut:
  1. Download file contoh dari https://belajar-excel.googlecode.com/files/belajar-excel-pageviews-sort.xlsx.
  2. Buka file tersebut dengan Excel.
  3. Terlihat ada 13 baris data jumlah pageviews dari website BelajarExcel.info. Kita akan mengurutkan top 10 jumlah pageviews dengan topiknya.

  4. Pada cell G4 masukkan rumus berikut.

    =LARGE($C$4:$C$16,E4)
  5. Copy rumus tersebut ke cell G5 s/d G13 dengan menggunakan fill handle.

  6. Terlihat data sudah terurut dari besar ke kecil, namun memang kita batasin untuk 10 baris saja.



    Perhatikan, kalau ada 2 nilai yang sama yaitu 1251. Ini yang akan menjadi tantangan selanjutnya untuk mendapatkan nama topik terkait. Dengan menyadari hal ini, kita akan menemukan nilai ini adalah kemunculan keberapa kalinya dengan rumus COUNTIF.
  7. Pada cell H4 (di bawah kolom Occurrence), masukkan formula berikut.

    =COUNTIF($G$4:G4,G4)

    Rumus ini digunakan untuk menghitung kemunculan nilai dimulai dari data awal ($G$4) sampai baris ditemukannya nilai tersebut (G4). Kebetulan cellnya masih sama, tapi pada saat kita copy berikutnya maka alamat relatif cellnya akan berubah.
  8. Copy rumus di atas ke cell H5 sampai dengan H13. Hasilnya terlihat sebagai berikut. Perhatikan untuk angka 1251 kita mendapatkan angka 1 untuk kemunculan pertama, dan angka 2 untuk kemunculan kedua.

  9. Sekarang kita akan coba mencari nomor baris kemunculan datanya di table asal dengan menggunakan fungsi MATCH. Pada kolom I4 masukkan rumus match berikut.

    =MATCH(G4,$C$4:$C$16,0)

    Setelah itu copy rumus tersebut ke I5 s/d I13. Terlihat hasilnya seperti pada gambar berikut, terlihat pada kemunculan ke 2 hasil indeks yang didapatkan tetap sama. Ini akan diubah pada perubahan rumus selanjutnya.

  10. Rubah cell I4 dengan rumus berikut.

    =IF(H4>1,MATCH(G4,INDIRECT("C"&(I3+1+3)&":C16"),0)+I3,MATCH(G4,$C$4:$C$16,0))

    Copy kembali rumus tersebut ke cell I5 s/d I13. Hasilnya terlihat sebagai berikut.



    Penjelasan: Karena untuk kemunculan kedua dan seterusnya diperlukan pengecekan tambahan, maka kita gunakan IF pada formula ini. Untuk kemunculan pertama rumusnya sama dengan sebelum perubahan. Tapi untuk kemunculan kedua dan seterusnya, kita akan mengambil range lookup yang dimulai dari titik penemuan baris sebelumnya (lihat illustrasi di bawah).



    dan juga karena ada jarak antara range dan header, perhatikan bahwa di rumus INDIRECT ada tambahan offset baris sebesar 3.

  11. Akhirnya kita akan menggunakan fungsi Indirect untuk mengambil Pada cell F4 masukkan rumus berikut.

    =INDIRECT("B"&(I4+3))

    Copy rumus tersebut ke cell F5 s/d F13. Hasilnya tampak sebagai berikut.

  12. Selesai.
Demikian proses membuat top 10 nilai dengan menggunakan formula tanpa VBA (Visual Basic for Application) programming. 

Anda bisa download file Excel yang sudah lengkap dengan solusi tersebut di halaman group kami di

Senin, 11 Februari 2013

Penggunaan ISBLANK pada Excel

Fungsi ISBLANK digunakan untuk melakukan pengecekan apakah suatu cell berisi nilai kosong atau null. Jika memang kosong atau null, maka akan mengembalikan nilai TRUE (BENAR), sebaliknya mengembalikan FALSE (SALAH).

Sebagai contoh, pada Gambar.1 berikut cell C3 berisi rumus =ISBLANK(B3). Rumus ini digunakan untuk melakukan pengecekan apakah cell B3 kosong. Ternyata cell B3 berisi teks "Satu", dengan demikian tidak kosong dan fungsi ISBLANK(B3) akan mengembalikan nilai FALSE.

Gambar.1 Contoh Pengecekan ISBLANK yang mengembalikan nilai FALSE


Sedangkan pada Gambar.2 berikut cell C4 berisi rumus =ISBLANK(B4). Rumus ini digunakan untuk melakukan pengecekan apakah cell B4 kosong. Dan ternyata hasilnya memang kosong. Dengan demikian fungsi ISBLANK(B4) akan mengembalikan nilai TRUE.

Gambar.2 Contoh Pengecekan ISBLANK yang mengembalikan nilai TRUE

Demikian contoh penggunaan sederhana dari ISBLANK. Semoga bisa bermanfaat bagi para pengunjung sekalian. Saran, kritik dan komentar apapun dengan senang hati kami terima demi kemajuan situs ini. Terima kasih.

Senin, 10 September 2012

Menghitung Rata-rata dengan Average

Pendahuluan

Function AVERAGE adalah fungsi yang bisa kita gunakan di Excel untuk menghitung rata-rata dari suatu range nilai.

Syntax dari AVERAGE adalah sebagai berikut :

AVERAGE(range1, [range2], ...)

Keterangan
  • range1 : adalah nilai tunggal atau range dari cell-cell yang ingin kita hitung nilai rata-rata.
  • range2 : adalah nilai tunggal atau range kedua dari cell-cell yang ingin kita hitung nilai rata-rata (opsional).

Objektif

Berikut adalah gambaran contoh perhitungan yang ingin kita lakukan.

Contoh Penggunaan Average
(klik pada gambar untuk memperbesar)

Langkah Penggunaan AVERAGE

  • Buatlah satu file workbook baru pada Excel 2007.
  • Pada sheet1, masukkan data dengan layout seperti berikut.

  • Data tersebut adalah data fiktif penjualan 4 kuartal dari suatu minimart. Kita akan menghitung rata-rata penjualan per kuartal. Contoh file dapat Anda download disini.
  • Tempatkan cursor pada alamat B9. Masukkan rumus berikut dan tekan Enter :

    =AVERAGE(C5:C8)

  • Hasil perhitungan nilai rata-rata adalah 11,050 seperti terlihat pada gambar berikut.

  • Selesai.

Baca Juga


Sabtu, 09 Juni 2012

Apa itu Array Formula pada Excel?

Array Formula adalah formula yang melibatkan formula untuk data range atau multi cell yang pada kondisi normal hanya untuk cell-cell tunggal.

Hampir setiap operasi dasar dapat digunakan oleh array formula ini, namun notasi dan entrinya agak sedikit berbeda antara satu formula dengan formula lainnya.

Pada beberapa literatur, array formula ini sering disebut dengan CSE Formula (Control+ Shift + Enter Formula)  karena mengharuskan penggunaan kombinasi tiga tombol keyboard tersebut.

Jika Anda berasal dari dunia programming, maka konsep dan operasi penggunaan array sudah tidak asing lagi. Bahkan cenderung intensif digunakan pada beberapa bahasa pemrograman.

Namun operasi Array Formula untuk Excel agak sedikit berbeda sehingga Anda perlu tahu konsep di balik formula ini dengan lebih baik.

Pada kesempatan kali ini akan ditunjukkan ilustrasi konsep dan contoh penggunaan array formula sehingga Anda mendapatkan gambaran lengkap dan komprehensif akan manfaatnya dalam pekerjaan sehari-hari.

Untuk memulai, marilah kita lihat satu contoh penggunaan berikut ini.

Contoh Awal

  1. Jalankan Excel dan buat satu workbook baru.
  2. Isilah worksheet dengan data seperti terlihat pada gambar berikut.

  3. Dengan data tersebut, kita akan mengisi cell-cell pada kolom SubTotal - berdasarkan perkalian dari kolom Jumlah dan Harga.
  4. Buatlah selection pada range alamat E2:E5 yang berada di bawah kolom SubTotal.

  5. Dengan posisi tersebut di atas, ketik formula =C2:C5*D2:D5, jangan tekan tombol apapun setelah Anda melengkapi formula tersebut.

  6. Sekarang eksekusi formula tersebut sebagai array formula dengan menekan tombol keyboard CONTROL + SHIFT + ENTER (CSE).

    Posisi tombol -tombol tersebut ditunjukkan pada highlight warna kuning dari gambar layout keyboard berikut ini.

  7. Hasil eksekusi tombol CSE tersebut akan terlihat seperti gambar berikut.



    Perhatikan bahwa formula yang kita masukkan tadi telah diapit oleh pasangan kurung kurawal { ... }. Ini menandakan bahwa range cell tersebut telah dianggap sebagai array formula.
  8. Arahkan cursor ke setiap cell dari E2:E5, kita akan mendapatkan formula yang sama.

  9. Sekarang cobalah pilih salah satu cell dari E2:E5 dan coba hapus dengan menekan tombol Delete. Akan terjadi error dengan pesan seperti berikut - You cannot change part of an array.



    Ini artinya range dari Array Formula adalah satu kesatuan dan tidak dapat dihapus secara individual.
  10. Selesai.

Array pada Excel

Pengertian array pada Excel sangat sederhana, yaitu kumpulan dari beberapa cell yang tersebar pada suatu kolom, suatu baris atau pada beberapa baris dan kolom (multi columns and rows). Ilustrasinya dapat Anda lihat pada gambar berikut di bawah ini.


Single-Cell dan Multi-Cell

Pada contoh penggunaan array formula di atas, terlihat bahwa hasil atau output eksekusi formula berupa array atau terdiri dari beberapa cell - sebagai satu kesatuan. Untuk hasil demikian, kita namakan formula tersebut Multi-Cell Formula.

Namun array formula tidak harus selalu menghasilkan multi-cell tetapi juga dapat menghasilkan satu cell saja, dan dengan demikian disebut Single-Cell Formula.

Kedua jenis output tersebut tetap memiliki karakteristik yang sama, yaitu pada bagian formulanya terdapat array yang dijadikan sebagai parameter atau input bagi operator ataupun fungsi yang mengolahnya.

Contoh Lanjut : Single Cell

  1. Melanjutkan contoh sebelumnya, tempatkan cursor pada cell E6.
  2. Masukkan formula =SUM(C2:C5*D2:D5) pada cell tersebut dan tekan tombol Control + Shift + Enter.

  3. Hasilnya tampak seperti pada gambar berikut. Terlihat bahwa formula diapit oleh kurung kurawal sebagai tanda itu adalah array formula. Perhatikan bahwa formula ini langsung menghitung berdasarkan hasil perkalian array C2:C5 dan D2:D5.

  4. Selesai.

Contoh Lanjut : Conditional Average

  1. Kembali kita lanjutkan contoh sebelumnya, lakukan perubahan pada worksheet sebelumnya sehingga tampak seperti pada gambar berikut.

    (klik untuk memperbesar)
    Pada worksheet ini kita akan menghitung rata-rata nilai subtotal untuk produk non telur.
  2. Pada cell F7 masukkan formula berikut dan tekan tombol Control + Shift + Enter : =AVERAGE(IF(C2:C5="Tidak",D2:D5*E2:E5)).

    Formula ini akan menyaring kategori yang bukan telur (nilai "Tidak" pada kolom C), dan kemudian menghitung rata-rata dari sub total yang dihitung dari perkalian Jumlah dan Harga (kolom D dan E).
  3. Hasilnya akan terlihat seperti pada gambar berikut.

  4. Selesai.

Kesimpulan

Array pada Excel adalah rangkaian cell dari 1 kolom, 1 baris, maupun beberapa baris dan kolom. Array formula adalah formula yang beroperasi pada array tersebut, dan menghasilkan output 1 cell (Single-Cell) maupun beberapa cell (Multi-Cell).

Dari contoh yang diberikan, beberapa keuntungan dari penggunaan array formula adalah sebagai berikut :
  1. Konsistensi : Setiap cell dari hasil Multi-Cell memiliki formula yang sama.
  2. Keamanan : Setiap cell dari hasil Multi-Cell tidak dapat dihapus atau diedit sebagian. Dengan demikian kita dapat melakukan proteksi terhadap formula yang diberikan.
  3. Efisiensi ukuran file : Dari kedua contoh terakhir, kita dapat melihat bahwa untuk menghitung nilai total maupun rata-rata sebenarnya tidak diperlukan field SubTotal (intermediate field).

    Dengan demikian tidak ada penyimpanan tambahan yang diperlukan, dan akan membuat ukuran file menjadi lebih kecil.

Sumber Referensi

Rabu, 25 April 2012

Rumus / Formula Pada Excel 2007

Untuk menguasai Excel, tentunya tidak mungkin jika kita tidak memahami kumpulan rumus (formula) yang terdapat pada Excel.

Kami coba membantu Anda memahami apa yang dinamakan rumus, komponennya, bagaimana memasukkan rumus, disertai beberapa  link contoh untuk penggunaan yang mudah.

Jika bukan halaman ini yang Anda cari tetapi ingin belajar Excel dari awal, silahkan kunjungi halaman http://www.belajarexcel.info/2012/10/belajar-excel-bagi-pemula.html.

Rumus atau formula adalah suatu gabungan dari beberapa elemen yang akan menghasilkan suatu nilai kembalian.

Elemen-elemen tersebut adalah :
  • fungsi
  • operator 
  • referensi cell
  • nilai konstan berupa angka atau teks

Contoh rumus dan hubungan dari tiap elemen tersebut ditunjukkan dengan ilustrasi berikut.


Penulisan Rumus pada Excel selalu dimulai dengan tanda sama dengan ( = )

Gambar Animasi : Memasukkan Rumus di Cell



Daftar Operator yang Dapat Digunakan

Selain fungsi, banyak juga yang menanyakan bagaimana penggunaan operator seperti tanda +, -, *, /, dan lain-lain.

Berikut adalah kategori dan daftar operator yang ada pada Microsoft Excel 2007 dan keterangan untuk membantu menjelaskan penggunaannya :
  • Operator Aritmatika
    • + (tanda plus) : digunakan untuk menjumlahkan dua nilai.
    • - (tanda minus)  : digunakan untuk mengurangi dua nilai, atau digunakan sebagai tanda negasi pada suatu angka konstanta.
    • * (tanda bintang)  : digunakan untuk mengalikan dua nilai.
    • / (tanda garis miring)  : digunakan untuk membagi suatu nilai dengan nilai lainnya.
    • % (tanda persen) : digunakan untuk merepresentasikan nilai persentase.
    • ^ (tanda sisipan) : digunakan sebagai tanda pangkat.

Gambar 1 : Contoh Penggunaan Operator Aritmatika
  • Operator Perbandingan Nilai
    • = (tanda sama dengan)  : menunjukkan apakah nilai yang satu sama dengan nilai lainnya.
    • > (tanda lebih besar)  : menunjukkan apakah nilai yang satu lebih besar dengan nilai lainnya.
    • < (tanda lebih kecil)  : menunjukkan apakah nilai yang satu lebih kecil dengan nilai lainnya.
    • >= (tanda lebih besar sama dengan)  : menunjukkan apakah nilai yang satu lebih besar atau sama dengan nilai lainnya.
    • <= (tanda lebih kecil sama dengan)  : menunjukkan apakah nilai yang satu lebih kecil atau sama dengan nilai lainnya.
    • <> (tanda lebih kecil dan lebih besar) : menunjukkan ketidaksamaan antara dua nilai.

Gambar 2. Contoh Penggunaan  Operator Perbandingan Nilai
  • Operator Penggabungan Teks
    • & (tanda dan / ampersand) : digunakan untuk menggabungkan dua atau lebih teks.
Gambar 3. Contoh Penggunaan Operator Penggabungan Teks
  • Operator Referensi
    • : (tanda titik dua) : operator range (rentang nilai) yang mengambil dua referensi sel sebagai awal dan akhir rentang nilai.
    • , (tanda koma) : operator union yang digunakan untuk menggabungkan dua atau lebih referensi menjadi satu referensi sel.
    •   (tanda spasi) : operator irisan yang digunakan untuk menghasilkan perpotongan dari dua referensi atau lebih menjadi satu referensi sel.
Gambar 4. Sumber Data
Contoh 5. Contoh Penggunaan Operator Referensi (dibantu dengan fungsi SUM)

Demikian para pengunjung BelajarExcel.info, semoga artikel ini bisa bermanfaat.

Baru!!: Buat  para pengunjung yang ingin menguji kemampuan Anda dengan berbagai soal Excel, silahkan kunjungi situs kami di http://soal-latihan.belajarexcel.info. Setiap soal akan dikirimkan skornya langsung ke email Anda.

Kita juga memiliki ruang diskusi di Facebook yang sangat aktif. Jika berminat untuk diskusi dan sharing lebih lanjut join yuk di

Sabtu, 26 November 2011

ADDRESS: Mengambil Teks Alamat Cell berdasarkan Kolom dan Baris

Fungsi ADDRESS

Address adalah function Excel yang digunakan untuk mengambil representasi teks dari referensi alamat cell berdasarkan posisi kolom dan baris. Tipe data dari nilai kolom dan baris adalah angka / integer.

Syntax dari fungsi Address adalah sebagai berikut :

ADDRESS(row_num, column_num, [abs_num], [a1], [sheet_text])

dimana :
  • row_num : adalah posisi baris (harus diisi)
  • column_num : adalah posisi kolom (harus diisi)
  • abs_num : adalah isian yang menentukan tipe pengembalian alamat - nilai-nilainya adalah sebagai berikut :
    • 1 : alamat dalam format absolut (sama dengan jika nilai abs_num tidak diisi)
    • 2 : alamat dalam format absolut untuk baris / row, sedangkan kolom / column tetap relatif
    • 3 : alamat dalam format absolut untuk kolom / column, sedangkan baris / row tetap relatif
    • 4 : alamat dalam format relatif
  • a1 : jika TRUE maka akan mengembalikan format kolom berdasarkan alfabet (A, B, C... AA, ...) dan baris berdasarkan angka (1,2,3,...). Sedangkan jika FALSE maka akan mengembalikan berdasarkan angka namun dengan prefix R untuk baris dan prefix C untuk kolom.
  • sheet_text : penambahan teks di depan alamat

Contoh Penggunaan

Berikut adalah screenshot contoh penggunaan dari fungsi Address. Dokumen Excel contoh tersebut dapat didownload pada bagian akhir artikel ini.

Contoh Formula menggunakan Fungsi Address

Artikel Terkait

Sumber Referensi



~~ Selesai ~~

Selasa, 28 Juni 2011

Menggabungkan Teks di Excel

Pendahuluan

Penggabungan teks di Excel sangat sering dilakukan, misalkan untuk tujuan pengkodean. Ada dua cara sederhana untuk menggabungkan teks yaitu dengan menggunakan operator & dan fungsi CONCATENATE.

Sebagai contoh, kita menggunakan worksheet yang tampak sebagai berikut :



Kita akan menggabungkan cell A2, B2, C2, D2, dan E2 dengan kedua metode tersebut.

Catatan : Klik pada gambar untuk memperjelas jika Anda rasakan terlalu kecil dan tidak jelas.

Menggunakan Operator &

  1. Arahkan kursor Anda ke F2.
  2. Ketik formula berikut dan tekan Enter.

    =A1 & B2 & C2 & D2 & E2 & F2
  3. Hasilnya akan tampak sebagai berikut.

  4. Selesai

Menggunakan Fungsi CONCATENATE

  1. Arahkan kursor Anda ke G2.
  2. Ketik formula berikut dan tekan Enter.

    =CONCATENATE(A2,B2,C2,D2,E2)

  3. Hasilnya akan tampak seperti pada gambar berikut.

  4. Selesai.

Sabtu, 25 Juni 2011

Contoh Penggunaan Fungsi SumIF

Pendahuluan

SUMIF adalah sebuah fungsi untuk menjumlahkan nilai-nilai yang terdapat pada suatu range data, namun range yang diambil didasarkan pada suatu pengkondisian atau filter yang ditentukan oleh kita.

Syntax dari fungsi SUMIF adalah sebagai berikut :

SUMIF(range, criteria, [sum_range])

Keterangan :
  • range : adalah range dari cell-cell yang ingin kita evaluasi berdasarkan kriteria yang akan kita tentukan.
  • criteria : kondisi atau aturan filter yang ingin kita gunakan.
  • sum_range : jika ini disebutkan maka range ini yang akan jadi acuan untuk mengambil nilai, tetapi posisinya sesuai dengan kolom - baris dari range yang terfilter.

Contoh Penggunaan

  1. Sebagai contoh, kita memiliki data range seperti terlihat di bawah ini  (A2:D10). Yang ingin kita lakukan adalah mengambil total dari Kacang saja kemudian ditempatkan hasilnya pada D11.

  2. Tempatkan cursor pada cell D11 dan ketikkan formula berikut :

    =SUMIF(D3:D10,"=Kacang",C3:C10)

    ini artinya dari range kriteria dari D3:D10, kita mengambil yang nilainya Kacang saja. Setelah itu ambil range nilai yang akan dijumlah yaitu C1:C10.

  3. Hasilnya akan terlihat sebagai berikut. Nilai 15 didapatkan sebagai total jumlah untuk Kacang saja.

  4. Selesai

Download Contoh

Klik disini untuk mendownload contoh worksheet yang berisi penggunaan SUMIF pada artikel ini.

Artikel Terkait

Sumber Referensi